Senin, 15 Februari 2010

Kaidah 10000 jam

Berapakah waktu yang diperlukan seseorang untuk menjadi master di bidangnya bahkan menciptakan sebuah maha karya (masterpiece) dalam bidang yang ditekuninya tersebut?

Malcom Gladwell dalam bukunya yang berjudul OUTLIERS The Story of Success mengungkapkan sebuah penelitian tentang rahasia sukses para OUTLIERS yaitu orang-orang luar biasa di bidangnya yang karya atau hasil kerjanya mempunyai pengaruh besar terhadap sejarah dan perkemabangan dunia. Penelitian tersebut mengatakan bahwa ada jumlah minimum latihan berulangkali dalam usaha memperoleh keahlian dalam sebuah bidang. Dan para ahli tersebut telah mendapatkan sesuatu yang mereka yakini menjadi angka ajaib bagi seseorang agar menjadi seorang ahli. Dan angka ajaib tersebut adalah sepuluh ribu jam! Orang-orang yang berada di puncak tidak hanya berlatih keras atau lebih keras dari orang lain. Mereka berlatih sangat jauh lebih keras.

Sekelompok orang dengan bakat dan kemampuan yang sama bisa menjadi sangat berbeda seiring dengan berjalannya waktu berbanding lurus dengan jumlah waktu latihan dan belajar mereka. Ternyata bakat bukan satu-satunya unsur sukses pada orang-orang yang berada di puncak. Oleh sebab itu kita mengenal satu kosa kata yang bernama "jam terbang". Dan hal ini tidak hanya bicara tentang bekerja lebih keras dari orang lain, tapi bicara tentang seberapa keras kerja yang telah dilakukan.

Berikut ini yang ditulis oleh Michael Howe di dalam bukunya GENIUS EXPLAINED :
Berdasarkan standar komponis yang sudah dewasa, beberapa karya awal Mozart tidak luar biasa. Sejumlah karya awalnya mungkin dituliskan oleh ayahnya dan mungkin dikembangkan seiring berjalannya waktu. Banyak komposisi Wolfgang di masa kecilnya seperti tujuh concerto pertamanya untuk piano dan orkestra, merupakan aransemen ulang karya komponis lainnya. Dari berbagai concerto yang diciptakan sendiri oleh Mozart , karya palinng awalnya yang kini dinilai sebagai karya besarnya (no 9, K 271) baru diciptakannya pada usia 21 tahun : pada saat itu Mozart sudah menciptakan berbagai concerto selama 10 tahun lamanya.

Dan berapa lamakan 10 tahun itu ? Kira-kira sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk berlatih selama 10.000 jam. Sepeuluh ribu jam adalah angka ajaib untuk mencapai kesuksesan.

Dan berikut ini hasil wawancara dengan John Lenon ( The Beatles) - sebagian sudah mengalami ringkasan oleh penulis blog ini :
Kami mendapatkan semua itu karena mendapatkan pengalaman bermain sepanjang malam. Di Hamburg, kami harus bermain selama delapan jam lamanya jadi kami benar-benar harus menemukan cara baru untuk memainkan musik kami.
Delapan jam sehari, tujuh hari dalam seminggu, dan bila dihitung, ketika mereka memperoleh kesuksesan di tahun 1964, mereka telah naik panggung sebanyak seribu dua ratus kali. Kawah Candradimuka bernama Hamburg telah membedakan Beatles dengan band yang lainnya.

Seringkali seorang salesman menganggap remeh kegiatan prospek ataupun kegiatan penjualannya, pada umumnya mereka berorientasi pada hasil yang cepat. Padahal jika seorang salesman memahami kaidah sepuluh ribu jam ini, tentunya mereka tidak akan membuang waktunya untuk terus berlatih, baik dengan seminar, buku , ataupun praktek lapangan untuk mempertajam skill , sekaligus berusaha mencapai puncak prestasinya. Seorang salesman harus berlatih tidak hanya lebih keras dari rekannya tapi harus jauh lebih keras dalam standar yang telah ditentukan untuk bisa sukses.

Hitung umur anda sekarang , mampukan berkomitmen selama 10.000 jam?

Senin, 08 Februari 2010

Memilih olah raga rutin yang tepat untuk salesman

Olah raga tak bisa dipungkiri adalah latihan wajib bagi setiap salesman. Pekerjaan salesman membutuhkan kebugaran dan daya tahan seperti seorang atlet. Kesegaran ketika berhadapan dengan kastemer memegang peranan dalam berhasil tidaknya proses penjualan.
Olah raga juga membantu salesman untuk menghadapi stress yang ditimbulkan oleh aktivitasnya. Bagaimana memilih olah raga yang tepat?

1. Pilih olah raga yang bisa dilakukan di manapun.
Mobilitas seorang salesman bisa sangat tinggi, bepergian dari daerah ke daerah lain, tentunya apabila kita memilih olahraga rutin yang sangat tergantung tempat, akan sangat menyulitkan. Olah raga seperti sepak bola, volley, tennis, bulutangkis mungkin bisa dilakukan ketika tidak bepergian, tetapi ketika sedang dalam perjalanan penjualan, tentunya akan kesulitan ketika mencari tempat atau lawan main.

2. Pilih olah raga yang bisa dilakukan dalam waktu tidak terlalu panjang.
Olah raga seperti catur (hehehe...) sangat tidak dianjurkan karena anda akan kehilangan banyak waktu untuk melakukan penjualan. Kecuali anda melakukannya bersama klien / kastemer.

3. Pilih olah raga yang tidak memerlukan alat-alat besar.

4. Pilih olah raga yang memberikan rasa santai.
Terutama ketika anda sedang bersiap untuk bertemu klien.

5. Pilih olah raga yang anda sukai.
Olah raga memang berguna, tetapi ketika anda melakukannya dengan terpaksa , maka ketegangan / stress yang akan muncul.

Salam olah raga

Minggu, 13 Desember 2009

12 Area penting yang mendasari keptusan-keputusan




Share/Bookmark

Sabtu, 05 Desember 2009

Siapa yang membuat kita hebat?

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu anak kelas 6 SD yang sudah cukup bijaksana. Dalam sebuah pembicaraan, saya sempat memujinya dengan berkata, " aku lihat dari gaya bicaramu kamu ini orang yang pintar lho...." dan anak ini menjawab dengan jawaban yang sangat dewasa : "ah semua ini kan karena mama dan papa, kalau aku ga diajari ya ga bisa pintar". Ting...!!! sebuah efek "AHA" muncul di benak saya. Anak ini sudah punya modal untuk bisa mengarungi kehidupan, dia bisa menghargai sebuah sumber yang tidak dari dirinya sendiri, yaitu orang lain. Dia sudah memiliki kesadaran bahwa seseorang tidak bisa menjadi hebat karena dirinya sendiri, tetapi bisa menjadi hebat karena orang lain. That's a wisdom!

Sebagai seorang salesman, sudahkah kita sadar siapa yang bisa membuat kita hebat? Kita bisa menjadi hebat karena training, buku-buku, pengalaman, belajar, dsb. Tetapi berikut ini akan saya fokuskan pada tiga hal yang membuat seorang salesman menjadi hebat, tetapi seringkali tiga hal ini tidak kita akui dan tidak kita sukai.

Salesman menjadi hebat karena Kastemer (customer)
Seorang kastemer adalah trainer terhebat dari seorang salesman, kastemer adalah bank soal latihan bagi salesmen yang ingin meningkatkan kemampuannya. Kastemer mempunyai begitu banyak persoalan yang tidak mungkin bisa kita daftar dengan merenung. Pertemuan dengan kastemer yang kritis akan membukakan pikiran kita akan kebutuhan-kebutuhan yang belum kita penuhi, dan kebutuhan-kebutuhan yang bisa dipenuhi sama dengan penjualan! Kastemer yang sangat cerewet harus kita sayangi, kastemer yang mengajukan keberatan-keberatan harus kita dengar, kastemer yang sering membuat kita repot harus kita hargai sebagai seorang trainer. Ketika kita mampu belajar dari seorang kastemer, maka kita akan menjadi seorang salesman yang hebat. Sayangi kastemer "super" anda, dan ambil pelajaran dari situ selama hal tersebut tidak mengganggi kinerja vital anda.

Salesman menjadi hebat karena kompetitor
Kompetitor / pesaing adalah sparring partner yang baik untuk mengasah kemampuan kita. Seorang petinju tidak akan menjadi hebat jika kompetitornya dapat ia jatuhkan dengan sekali pukul. Kompetitor bisa seorang rekan kerja, bisa juga produk lain atau salesman perusahaan lain. Kadang para salesman menghabiskan waktunya untuk mengutuki dan menjelekkan kompetitornya, padahal jika seorang salesman peka, gerakan kompetitor dapat memacu kita untuk dapat menemukan solusi-solusi baru yang lebih unggul, inovasi-inovasi yang melebihi harapan dsb. Untuk menjadi salesman yang hebat, sayangi kompetitor anda, dan jadikan sarana untuk maju.

Salesman menjadi hebat karena orang-orang yang skeptis
Kehadiran orang-orang yang skeptis, hanya bisa mengkritik, menunggu-nunggu kesalahan kita kadang sangat mengganggu. Mereka bagaikan supporter lawan yang terus mencaci maki dan menanti dengan harapan besar akan kegagalan kita yang merupakan "good news" bagi mereka. Tetapi untuk menjadi hebat, kitapun harus mau mendengarkan sumber yang satu ini. Orang yang skeptis seringkali tahu dan dengan senang hati menunjukkan kelemahan-kelemahan yang tidak kita sadari. Di balik sikap negatif mereka, orang-orang ini seakan-akan seorang sahabat sejati yang akan memberitahu bahaya yang di depan kita. Orang-orang seperti ini jauh lebih berguna daripada seseorang yang selalu memuji dan mengatakan yang baik, padahal di depan sudah terbentang jurang yang sangat berbahaya. Sayangi para pengkritik anda, dan anda akan menjadi hebat.

Kamis, 12 November 2009

Leadership vs Mandorship

Apakah perbedaan antara leadership dan mandorship?
Seorang leader adalah seorang yang memimpin orang lain dengan membuat orang tersebut mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Dalam hal ini adalah dengan memotivasi, melatih, meningkatkan kapasitas, memberikan arahan.
Sedangkan seorang mandor adalah orang yang memimpin orang lain untuk membuat orang lain mau mengerjakan tugas-tugasnya. Dalam hal ini seorang mandor tidak berkompeten untuk membuat orang-orang yang dipimpinnya menjadi lebih mampu, tetapi bertugas untuk membuat orang lain menjadi mau untuk mengerjakan tugasnya. Ketika sebuah grup yang dipimpin seorang mandor nampak beraktivitas, maka sudah cukup sukseslah seorang mandor itu.

Dalam sebuah kelompok penjualan, sangat dibutuhkan seorang leader, bukan mandor. Karena ketika yang hadir adalah mandorship, maka yang timbul adalah sekelompok penjual yang hanya nampak beraktivitas, tetapi aktivitas tersebut tidak menghasilkan apa-apa, selain nampak sibuk. Mandorship akan menekankan pada aktivitas, asal jangan nampak diam atau nganggur maka seseorang sudah bekerja. Tetapi di dalam leadership bukan itu yang terjadi. Seorang leader harus berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemampuan, sehingga akhirnya peningkatan kapasitas tersebut akan meningkatkan pula kinerja, aktivitas, dan hasil.

Anda memimpin sekelompok penjual? Pastikan anda seorang leader, bukan mandor. Ketika anda menjadi seorang leader yang sip, maka anda juga akan mempunyai pasukan salesman yang sip juga.

Rabu, 11 November 2009

Yakin =Tergila-gila

Keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh keyakinannya akan sukses yang sedang dituju. Seorang salesman yang sukses juga ditentukan oleh keyakinan atas apa yang dikatakan dan dilakukannya selama proses penjualan. Tidak mungkin seorang salesman menjual sebuah produk sementara dia sendiripun berpendapat bahwa produk/jasa yang dijualnya tidak akan dia beli sekalipun dia mampu membelinya.
Untuk menjual sebuah produk atau jasa seorang salesman harus menjadi "pembeli" pertama. Seorang salesman harus menjadi orang pertama yang kagum, memimpikan, ingin memiliki dengan hasrat menyala-nyala akan produk yang dijualnya. Kondisi ini akan muncul ketika seorang salesman benar-benar yakin dan percaya akan keunggulan produk tersebut, sehingga iapun berhasrat untuk memilikinya dengan hasrat yang besar.
Lawan dari keyakinan adalah keraguan, masalahnya bagaimana menghapuskan keraguan tersebut? Ada tiga pertanyaan yang perlu kita lontarkan untuk menghapuskan sebuah keraguan atas sebuah produk :
  1. Mengapa saya ragu akan produk ini? Ini adalah tahap mengumpulkan semua keraguan yang timbul di dalam benak kita. Menuliskan semua keraguan tersebut dengan teliti dan kemudian melihatnya sebagai daftar yang harus dihapus dari benak kita.
  2. Berapa banyak orang yang telah mendapatkan manfaat dari produk ini? Ini adalah tahap mencounter semua keraguan, yaitu dengan mencari bukti-bukti bahwa produk tersebut memang bermanfaat. Oleh sebab itu kerajinan mengumpulkan testimoni (kesaksian) dan sering mengingatnya akan menghapuskan keraguan tersebut. Jawaban dari setiap keraguan adalah bukti, bukan kata-kata debat. Dalam proses ini kita akan mulai melihat bahwa sebuah produk/jasa memang ada manfaatnya.
  3. Apa sebenarnya keunggulan produk ini? Ini adalah proses perubahan paradigma. Proses yang pertama kita memikirkan semua yang merupakan kelemahan, dan di tahap ini kita mulai mencari kekuatan dari produk/jasa tersebut. Kita sudah mulai berpihak kepada produk tersebut dan mulai hanya melihat keunggulan, bukan kelemahan. Di tahap ini kita mulai jatuh cinta dan mengingini produk tersebut.
  4. Tahap selanjutnya seorang salesman harus tergila-gila dan fanatik pada produk yang dijualnya, hasrat ingin memiliki produk tersebut harus dinaikkan sampai level tergila-gila.
Apabila seorang salesman sudah tergila-gila pada produk tersebut, salesman tersebut sudah siap menularkan virusnya tersebut ke pasar yang ditujunya, seorang salesman dengan hasrat seperti ini akan mampu bercerita tentang produk/jasa tersebut sehingga setiap orang yang mendengarnya pasti juga ingin memilikinya. Jadi istilah menjual harus diganti dengan kata "mengingini".
Jika anda menjual mobil, inginilah itu.
Jika anda menjual rumah, inginilah itu.
Jika anda menjual peralatan dapur, inginilah itu
Apapun yang anda jual, anda harus mengingininya terlebih dahulu.
Selamat menjual....

Kamis, 05 November 2009

Kapasitas fisik

Seorang salesman sejatinya bukan hanya seorang penjual produk atau jasa saja, dalam profesinya salesman adalah seorang yang mempertukarkan segala kemampuan yang dimilikinya dengan sejumlah penghasilan tertentu.Seorang salesman adalah media penghantar suatu produk dari produsen, distributor, kemudian ke konsumen. Media penghantarnya adalah dirinya sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Di manapun , dan dan apapun produk perusahaan yang diwakilinya, sebenarnya seorang salesman adalah seorang pekerja mandiri. Hal pertama yang dipertukarkannya adalah tenaga fisik. Karena seorang salesman (di luar dunia maya) diperlukan kehadirannya secara fisik untuk mempresentasikan sebuah produk atau jasa kepada konsumennya. Tentu saja hal ini memerlukan kondisi fisik yang prima dan bugar. Sebagai seorang yang mempresentasikan sesuatu kepada orang lain, maka seorang salesman diharapkan bisa tampil bugar, fresh, penuh semangat dan tidak loyo. Seorang salesman bercerita tentang produk yang dijualnya pertama-tama melalui penampilan fisiknya. Dan penampilan fisik yang utama bukanlah pakaian atau aksesoris, tetapi kesegaran yang dibawannya di hadapan konsumen.
Dengan menyadari hal ini, penting bagi seorang salesman menjaga dan selalu "kulak"/ belanja kebugaran. Mungkin dengan beristirahat, makan makanan bergizi, berolah raga, makanan suplemen dll seorang salesman sedang berbelanja "modal" untuk dijual kembali dalam aktivitas sebagai media penghantar suatu produk / jasa.
Anda seorang salesman? jangan ragu-ragu untuk belanja kesehatan dan kebugaran lebih banyak. Stok tenaga anda harus lebih banyak, karena dalam kondisi kompetisi seperti ini, permintaan akan power tersebut akan lebih banyak. Peningkatan kapasitas fisik merupakan cara agar anda selalu dapat mencapai performa yang seharusnya. Selamat menjual!